Selasa, 09 Agustus 2011

Proposal Nikah










Latar Belakang
Ibunda dan Ayahanda yang sangat saya hormati,

saya cintai dan sayangi, semoga Allah selalu memberkahi langkah-langkah kita dan tidak putus-putus memberikan nikmatNya kepada kita. Amin

Ibunda dan Ayahanda yang sangat saya hormati..sebagai hamba Allah, saya telah diberi berbagai nikmat.

Maha Benar Allah yang telah berfirman : “Kami akan perlihatkan tanda-tanda kebesaran kami di ufuk-ufuk dan dalam diri mereka, sehingga mereka dapat mengetahui dengan jelas bahwa Allah itu benar dan Maha Melihat segala sesuatu”.
Nikmat tersebut diantaranya ialah fitrah kebutuhan biologis, saling membutuhkan terhadap lawan jenis.. yaitu: Menikah ! Fitrah pemberian Allah yang telah lekat pada kehidupan manusia, dan jika manusia melanggar fitrah pemberian Allah, hanyalah kehancuran yang didapatkannya..Na’udzubillah !

Dan Allah telah berfirman : “Janganlah kalian mendekati zina, karena zina adalah perbuatan yang buruk lagi kotor” (Qs. Al Israa’ : 32).

Ibunda dan Ayahanda tercinta..(Keep Reading…)
melihat pergaulan anak muda dewasa itu sungguh amat memprihatinkan, mereka seolah tanpa sadar melakukan perbuatan-perbuatan maksiat kepada Allah. Seolah-olah, dikepala mereka yang ada hanya pikiran-pikiran yang mengarah kepada kebahagiaan semu dan sesaat. Belum lagi kalau ditanyakan kepada mereka tentang menikah. “Saya nggak sempat mikirin kawin, sibuk kerja, lagipula saya masih ngumpulin barang dulu,” ataupun Kerja belum mapan , belum cukup siap untuk berumah tangga¡¨, begitu kata mereka, padahal kurang apa sih mereka. Mudah-mudahan saya bisa bertahan dan bersabar agar tak berbuat maksiat. Wallahu a’lam.
Ibunda dan Ayahanda tersayang..
bercerita tentang pergaulan anak muda yang cenderung bebas pada umumnya, rasanya tidak cukup tinta ini untuk saya torehkan. Setiap saya menulis peristiwa anak muda di majalah Islam, pada saat yang sama terjadi pula peristiwa baru yang menuntut perhatian kita..Astaghfirullah..
Ibunda dan Ayahanda..
inilah antara lain yang melatar belakangi saya ingin menyegerakan menikah.

Dasar Pemikiran

Dari Al Qur¡¦an dan Al Hadits :
  1. “Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. JIKA MEREKA MISKIN ALLAH AKAN MENGKAYAKAN MEREKA DENGAN KARUNIANYA. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui.” (QS. An Nuur (24) : 32).
  2. “Dan segala sesuatu kami jadikan berpasang-pasangan, supaya kamu mengingat kebesaran Allah.” (QS. Adz Dzariyaat (51) : 49).
  3. ¨Maha Suci Allah yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui¡¨ (Qs. Yaa Siin (36) : 36).
  4. Bagi kalian Allah menciptakan pasangan-pasangan (istri-istri) dari jenis kalian sendiri, kemudian dari istri-istri kalian itu Dia ciptakan bagi kalian anak cucu keturunan, dan kepada kalian Dia berikan rezeki yang baik-baik (Qs. An Nahl (16) : 72).
  5. Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir. (Qs. Ar. Ruum (30) : 21).
  6. Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi pelindung (penolong) bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasulnya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah ; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (Qs. At Taubah (9) : 71).
  7. Wahai manusia, bertaqwalah kamu sekalian kepada Tuhanmu yang telah menjadikan kamu satu diri, lalu Ia jadikan daripadanya jodohnya, kemudian Dia kembangbiakkan menjadi laki-laki dan perempuan yang banyak sekali. (Qs. An Nisaa (4) : 1).
  8. Wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik. Lelaki yang baik untuk wanita yang baik pula (begitu pula sebaliknya). Bagi mereka ampunan dan reski yang melimpah (yaitu : Surga) (Qs. An Nuur (24) : 26).
  9. …Maka nikahilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi dua, tiga, atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (nikahilah) seorang saja..(Qs. An Nisaa’ (4) : 3).
  10. Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak pula bagi perempuan yang mukminah apabila Allah dan RasulNya telah menetapkan suatu ketetapan akan ada bagi mereka pilihan yang lain tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan RasulNya maka sesungguhnya dia telah berbuat kesesatan yang nyata. (Qs. Al Ahzaab (33) : 36).
  11. Anjuran-anjuran Rasulullah untuk Menikah : Rasulullah SAW bersabda: “Nikah itu sunnahku, barangsiapa yang tidak suka, bukan golonganku !”(HR. Ibnu Majah, dari Aisyah r.a.).
  12. Empat macam diantara sunnah-sunnah para Rasul yaitu : berkasih sayang, memakai wewangian, bersiwak dan menikah (HR. Tirmidzi).
  13. Dari Aisyah, “Nikahilah olehmu kaum wanita itu, maka sesungguhnya mereka akan mendatangkan harta (rezeki) bagi kamu¡¨ (HR. Hakim dan Abu Dawud). 14. Jika ada manusia belum hidup bersama pasangannya, berarti hidupnya akan timpang dan tidak berjalan sesuai dengan ketetapan Allah SWT dan orang yang menikah berarti melengkapi agamanya, sabda Rasulullah SAW: “Barangsiapa diberi Allah seorang istri yang sholihah, sesungguhnya telah ditolong separoh agamanya. Dan hendaklah bertaqwa kepada Allah separoh lainnya.” (HR. Baihaqi).
  14. Dari Amr Ibnu As, Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasannya ialah wanita shalihat.(HR. Muslim, Ibnu Majah dan An Nasai).
  15. “Tiga golongan yang berhak ditolong oleh Allah (HR. Tirmidzi, Ibnu Hibban dan Hakim) : a. Orang yang berjihad / berperang di jalan Allah. b. Budak yang menebus dirinya dari tuannya. c. Pemuda / i yang menikah karena mau menjauhkan dirinya dari yang haram.”
  16. “Wahai generasi muda ! Bila diantaramu sudah mampu menikah hendaklah ia nikah, karena mata akan lebih terjaga, kemaluan akan lebih terpelihara.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas’ud).
  17. Kawinlah dengan wanita yang mencintaimu dan yang mampu beranak. Sesungguhnya aku akan membanggakan kamu sebagai umat yang terbanyak (HR. Abu Dawud).
  18. Saling menikahlah kamu, saling membuat keturunanlah kamu, dan perbanyaklah (keturunan). Sesungguhnya aku bangga dengan banyaknya jumlahmu di tengah umat yang lain (HR. Abdurrazak dan Baihaqi).
  19. Shalat 2 rakaat yang diamalkan orang yang sudah berkeluarga lebih baik, daripada 70 rakaat yang diamalkan oleh jejaka (atau perawan) (HR. Ibnu Ady dalam kitab Al Kamil dari Abu Hurairah).
  20. Rasulullah SAW. bersabda : “Seburuk-buruk kalian, adalah yang tidak menikah, dan sehina-hina mayat kalian, adalah yang tidak menikah” (HR. Bukhari).
  21. Diantara kamu semua yang paling buruk adalah yang hidup membujang, dan kematian kamu semua yang paling hina adalah kematian orang yang memilih hidup membujang (HR. Abu Ya¡¦la dan Thabrani).
  22. Dari Anas, Rasulullah SAW. pernah bersabda : Barang siapa mau bertemu dengan Allah dalam keadaan bersih lagi suci, maka kawinkanlah dengan perempuan terhormat. (HR. Ibnu Majah,dhaif).
  23. Rasulullah SAW bersabda : Kawinkanlah orang-orang yang masih sendirian diantaramu. Sesungguhnya, Allah akan memperbaiki akhlak, meluaskan rezeki, dan menambah keluhuran mereka (Al Hadits).
Tujuan Pernikahan
1. Melaksanakan perintah Allah dan Sunnah Rasul.
2. Melanjutkan generasi muslim sebagai pengemban risalah Islam.
3. Mewujudkan keluarga Muslim menuju masyarakat Muslim.
4. Mendapatkan cinta dan kasih sayang.
5. Ketenangan Jiwa dengan memelihara kehormatan diri (menghindarkan diri dari perbuatan maksiat / perilaku hina lainnya).
6. Agar kaya (sebaik-baik kekayaan adalah isteri yang shalihat).
7. Meluaskan kekerabatan (menyambung tali silaturahmi / menguatkan ikatan kekeluargaan)

Kesiapan Pribadi
  • Kondisi Qalb yang sudah mantap dan makin bertambah yakin setelah istikharah. Rasulullah SAW. bersabda : ¡§Man Jadda Wa Jadda¡¨ (Siapa yang bersungguh-sungguh pasti ia akan berhasil melewati rintangan itu).
  • Termasuk wajib nikah (sulit untuk shaum).
  • Termasuk tathhir (mensucikan diri).
  • Secara materi, Insya Allah siap. ¡§Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya¡¨ (Qs. At Thalaq (65) : 7)
Akibat Menunda atau Mempersulit Pernikahan
  • Kerusakan dan kehancuran moral akibat pacaran dan free sex.
  • Tertunda lahirnya generasi penerus risalah.
  • Tidak tenangnya Ruhani dan perasaan, karena Allah baru memberi ketenangan dan kasih sayang bagi orang yang menikah.
  • Menanggung dosa di akhirat kelak, karena tidak dikerjakannya kewajiban menikah saat syarat yang Allah dan RasulNya tetapkan terpenuhi.
  • Apalagi sampai bersentuhan dengan lawan jenis yang bukan mahramnya.
Rasulullah SAW. bersabda:
“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, janganlah ia bersunyi sepi berduaan dengan wanita yang tidak didampingi mahramnya, karena yang menjadi pihak ketiganya adalah syaitan.” (HR. Ahmad)
dan
“Sungguh kepala salah seorang diantara kamu ditusuk dengan jarum dari besi lebih baik, daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya” (HR. Thabrani dan Baihaqi).. Astaghfirullahaladzim.. Na’udzubillahi min dzalik
Namun, umumnya yang terjadi di masyarakat di seputar pernikahan adalah sebagai berikut ini :
  • Status yang mulia bukan lagi yang taqwa, melainkan gelar yang disandang:Ir, DR, SE, SH, ST, dsb
  • Pesta pernikahan yang wah / mahar yang tinggi, sebab merupakan kebanggaan tersendiri, bukan di selenggarakan penuh ketawadhu’an sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. (Pernikahan hendaklah dilandasi semata-mata hanya mencari ridha Allah dan RasulNya. Bukan di campuri dengan harapan ridha dari manusia (sanjungan, tidak enak kata orang). Saya yakin sekali.. bila Allah ridha pada apa yang kita kerjakan, maka kita akan selamat di dunia dan di akhirat kelak.)
  • Pernikahan dianggap penghalang untuk menyenangkan orang tua.
  • Masyarakat menganggap pernikahan akan merepotkan Studi, padahal justru dengan menikah penglihatan lebih terjaga dari hal-hal yang haram, dan semakin semangat menyelesaikan kuliah.

Memperbaiki Niat :
Innamal a’malu binniyat……. Niat adalah kebangkitan jiwa dan kecenderungan pada apa-apa yang muncul padanya berupa tujuan yang dituntut yang penting baginya, baik secara segera maupun ditangguhkan.

Niat Ketika Memilih Pendamping
Rasulullah bersabda:
“Barangsiapa yang menikahkan (putrinya) karena silau akan kekayaan lelaki meskipun buruk agama dan akhlaknya, maka tidak akan pernah pernikahan itu dibarakahi-Nya, Siapa yang menikahi seorang wanita karena kedudukannya, Allah akan menambahkan kehinaan kepadanya, Siapa yang menikahinya karena kekayaan, Allah hanya akan memberinya kemiskinan, Siapa yang menikahi wanita karena bagus nasabnya, Allah akan menambahkan kerendahan padanya, Namun siapa yang menikah hanya karena ingin menjaga pandangan dan nafsunya atau karena ingin mempererat kasih sayang, Allah senantiasa memberi barakah dan menambah kebarakahan itu padanya.”(HR. Thabrani).
“Janganlah kamu menikahi wanita karena kecantikannya, mungkin saja kecantikan itu membuatmu hina. Jangan kamu menikahi wanita karena harta / tahtanya mungkin saja harta / tahtanya membuatmu melampaui batas. Akan tetapi nikahilah wanita karena agamanya. Sebab, seorang budak wanita yang shaleh, meskipun buruk wajahnya adalah lebih utama”. (HR. Ibnu Majah).
Nabi SAW. bersabda : Janganlah kalian menikahi kerabat dekat, sebab (akibatnya) dapat melahirkan anak yang lemah (baik akal dan fisiknya) (Al Hadits).
Dari Jabir r.a., Sesungguhnya Nabi SAW. telah bersabda,
“Sesungguhnya perempuan itu dinikahi orang karena agamanya, kedudukan, hartanya, dan kecantikannya ; maka pilihlah yang beragama.” (HR. Muslim dan Tirmidzi).

Niat dalam Proses Pernikahan

Masalah niat tak berhenti sampai memilih pendamping. Niat masih terus menyertai berbagai urusan yang berkenaan dengan terjadinya pernikahan. Mulai dari memberi mahar, menebar undangan walimah, menyelenggarakan walimah. Walimah lebih dari dua hari lebih dekat pada mudharat, sedang walimah hari ketiga termasuk riya’. “Berikanlah mahar (mas kawin) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan.”(Qs. An Nisaa (4) : 4).
Rasulullah SAW bersabda : “Wanita yang paling agung barakahnya, adalah yang paling ringan maharnya” (HR. Ahmad, Al Hakim, Al Baihaqi dengan sanad yang shahih). Dari Aisyah, bahwasanya Rasulullah SAW. telah bersabda, “Sesungguhnya berkah nikah yang besar ialah yang sederhana belanjanya (maharnya)” (HR. Ahmad). Nabi SAW pernah berjanji : “Jangan mempermahal nilai mahar. Sesungguhnya kalau lelaki itu mulia di dunia dan takwa di sisi Allah, maka Rasulullah sendiri yang akan menjadi wali pernikahannya.” (HR. Ashhabus Sunan). Dari Anas, dia berkata : ” Abu Thalhah menikahi Ummu Sulaim dengan mahar berupa keIslamannya” (Ditakhrij dari An Nasa’i)..Subhanallah..
Proses pernikahan mempengaruhi niat. Proses pernikahan yang sederhana dan mudah insya Allah akan mendekatkan kepada bersihnya niat, memudahkan proses pernikahan bisa menjernihkan niat. Sedangkan mempersulit proses pernikahan akan mengkotori niat. “Adakanlah perayaan sekalipun hanya memotong seekor kambing.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Pernikahan haruslah memenuhi kriteria Lillah, Billah, dan Ilallah. Yang dimaksud Lillah, ialah niat nikah itu harus karena Allah. Proses dan caranya harus Billah, sesuai dengan ketentuan dari Allah.. Termasuk didalamnya dalam pemilihan calon, dan proses menuju jenjang pernikahan (bersih dari pacaran / nafsu atau tidak). Terakhir Ilallah, tujuannya dalam rangka menggapai keridhoan Allah.
Sehingga dalam penyelenggaraan nikah tidak bermaksiat pada Allah ; misalnya : adanya pemisahan antara tamu lelaki dan wanita, tidak berlebih-lebihan, tidak makan sambil berdiri (adab makanan dimasyarakat biasanya standing party-ini yang harus di hindari, padahal tidak dicontohkan oleh Rasulullah SAW yang demikian), Pengantin tidak disandingkan, adab mendo’akan pengantin dengan do’a : Barokallahu laka wa baroka ‘alaikum wa jama’a baynakuma fii khoir.. (Semoga Allah membarakahi kalian dan melimpahkan barakah kepada kalian), tidak bersalaman dengan lawan jenis, Tidak berhias secara berlebihan (“Dan janganlah bertabarruj (berhias) seperti tabarrujnya jahiliyah yang pertama” – Qs. Al Ahzab (33),


Meraih Pernikahan Ruhani
Jika seseorang sudah dipenuhi dengan kecintaan dan kerinduan pada Allah, maka ia akan berusaha mencari seseorang yang sama dengannya. Secara psikologis, seseorang akan merasa tenang dan tentram jika berdampingan dengan orang yang sama dengannya, baik dalam perasaan, pandangan hidup dan lain sebagainya. Karena itu, berbahagialah seseorang yang dapat merasakan cinta Allah dari pasangan hidupnya, yakni orang yang dalam hatinya Allah hadir secara penuh. Mereka saling mencintai bukan atas nama diri mereka, melainkan atas nama Allah dan untuk Allah.
Betapa indahnya pertemuan dua insan yang saling mencintai dan merindukan Allah. Pernikahan mereka bukanlah semata-mata pertemuan dua insan yang berlainan jenis, melainkan pertemuan dua ruhani yang sedang meniti perjalanan menuju Allah, kekasih yang mereka cintai. Itulah yang dimaksud dengan pernikahan ruhani. KALO KITA BERKUALITAS DI SISI ALLAH, PASTI YANG AKAN DATANG JUGA SEORANG (JODOH UNTUK KITA) YANG BERKUALITAS PULA (Al Izzah 18 / Th. 2)

Penutup

“Hai, orang-orang beriman !! Janganlah kamu mengharamkan apa yang dihalalkan oleh Allah kepada kamu dan jangan kamu melampaui batas, karena Allah tidak suka kepada orang-orang yang melampaui batas.” (Qs. Al Maidaah (5) : 87).
Karena sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan. Dan sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan (Qs. Alam Nasyrah (94) : 5- 6 ).
Ibunda dan Ayahanda yang sangat saya hormati, saya sayangi dan saya cintai atas nama Allah.. demikanlah proposal ini (secara fitrah) saya tuliskan. Saya sangat berharap Ibunda dan Ayahanda.. memahami keinginan saya. Atas restu dan doa dari Ibunda serta Ayahanda..saya ucapkan “Jazakumullah Khairan katsiira”. “Ya Allah, jadikanlah aku ridho terhadap apa-apa yang Engkau tetapkan dan jadikan barokah apa-apa yang telah Engkau takdirkan, sehingga tidak ingin aku menyegerakan apa-apa yang engkau tunda dan menunda apa-apa yang Engkau segerakan.. YA ALLAH BERILAH PAHALA DALAM MUSIBAHKU KALI INI DAN GANTIKAN UNTUKKU YANG LEBIH BAIK DARINYA.. Amiin”

fr. http://fitrimelinda.wordpress.com
(Sumber: Note FB Ahmad Zaki)

Senin, 08 Agustus 2011

Buya Hamka Siapakah Beliau??

Biografi Buya Hamka

Buya Hamka lahir tahun 1908, di desa kampung Molek, Meninjau, Sumatera Barat, dan meninggal di Jakarta 24 Juli 1981. Nama lengkapnya adalah Haji Abdul Malik Karim Amrullah, disingkat menjadi HAMKA.


Belakangan ia diberikan sebutan Buya, yaitu panggilan buat orang Minangkabau yang berasal dari kata abi, abuya dalam bahasa Arab, yang berarti ayah kami, atau seseorang yang dihormati.

Ayahnya adalah Syekh Abdul Karim bin Amrullah, yang dikenal sebagai Haji Rasul, yang merupakan pelopor Gerakan Islah (tajdid) di Minangkabau, sekembalinya dari Makkah pada tahun 1906.


HAMKA (1908-1981), adalah akronim kepada nama sebenar Haji Abdul Malik bin Abdul Karim Amrullah. Beliau adalah seorang ulama, aktivis politik dan penulis Indonesia yang amat terkenal di alam Nusantara. Beliau lahir pada 17 Februari 1908 di kampung Molek, Maninjau, Sumatera Barat, Indonesia. Ayahnya ialah Syeikh Abdul Karim bin Amrullah atau dikenali sebagai Haji Rasul, seorang pelopor Gerakan Islah(tajdid) di Minangkabau, sekembalinya dari Makkah pada tahun 1906.

HAMKA mendapat pendidikan rendah di Sekolah Dasar Maninjau sehingga Darjah Dua. Ketika usia HAMKA mencapai 10 tahun, ayahnya telah mendirikan Sumatera Thawalib di Padang Panjang. Di situ HAMKA mempelajari agama dan mendalami bahasa Arab. HAMKA juga pernah mengikuti pengajaran agama di surau dan masjid yang diberikan ulama terkenal seperti Syeikh Ibrahim Musa, Syeikh Ahmad Rasyid, Sutan Mansur, R.M. Surjoparonto dan Ki Bagus Hadikusumo.

Hamka mula-mula bekerja sebagai guru agama pada tahun 1927 di Perkebunan Tebing Tinggi, Medan dan guru agama di Padangpanjang pada tahun 1929. HAMKA kemudian dilantik sebagai dosen di Universitas Islam, Jakarta dan Universitas Muhammadiyah, Padangpanjang dari tahun 1957 hingga tahun 1958. Setelah itu, beliau diangkat menjadi rektor Perguruan Tinggi Islam, Jakarta dan Profesor Universitas Mustopo, Jakarta. Dari tahun 1951 hingga tahun 1960, beliau menjabat sebagai Pegawai Tinggi Agama oleh Menteri Agama Indonesia, tetapi meletakkan jabatan itu ketika Sukarno menyuruhnya memilih antara menjadi pegawai negeri atau bergiat dalam politik Majlis Syura Muslimin Indonesia (Masyumi).

Hamka adalah seorang otodidiak dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan seperti filsafat, sastra, sejarah, sosiologi dan politik, baik Islam maupun Barat. Dengan kemahiran bahasa Arabnya yang tinggi, beliau dapat menyelidiki karya ulama dan pujangga besar di Timur Tengah seperti Zaki Mubarak, Jurji Zaidan, Abbas al-Aqqad, Mustafa al-Manfaluti dan Hussain Haikal. Melalui bahasa Arab juga, beliau meneliti karya sarjana Perancis, Inggris dan Jerman seperti Albert Camus, William James, Sigmund Freud, Arnold Toynbee, Jean Paul Sartre, Karl Marx dan Pierre Loti. Hamka juga rajin membaca dan bertukar-tukar pikiran dengan tokoh-tokoh terkenal Jakarta seperti HOS Tjokroaminoto, Raden Mas Surjoparonoto, Haji Fachrudin, Ar Sutan Mansur dan Ki Bagus Hadikusumo sambil mengasah bakatnya sehingga menjadi seorang ahli pidato yang handal.

Hamka juga aktif dalam gerakan Islam melalui pertubuhan Muhammadiyah. Beliau mengikuti pendirian Muhammadiyah mulai tahun 1925 untuk melawan khurafat, bidaah, tarekat dan kebatinan sesat di Padang Panjang. Mulai tahun 1928, beliau mengetuai cabang Muhammadiyah di Padang Panjang. Pada tahun 1929, Hamka mendirikan pusat latihan pendakwah Muhammadiyah dan dua tahun kemudian beliau menjadi konsul Muhammadiyah di Makassar. Kemudian beliau terpilih menjadi ketua Majlis Pimpinan Muhammadiyah di Sumatera Barat oleh Konferensi Muhammadiyah, menggantikan S.Y. Sutan Mangkuto pada tahun 1946. Beliau menyusun kembali pembangunan dalam Kongres Muhammadiyah ke-31 di Yogyakarta pada tahun 1950.

Pada tahun 1953, Hamka dipilih sebagai penasihat pimpinan Pusat Muhammadiah. Pada 26 Juli 1977, Menteri Agama Indonesia, Prof. Dr. Mukti Ali melantik Hamka sebagai ketua umum Majlis Ulama Indonesia tetapi beliau kemudiannya meletak jawatan pada tahun 1981 karena nasihatnya tidak dipedulikan oleh pemerintah Indonesia.

Kegiatan politik HAMKA bermula pada tahun 1925 apabila beliau menjadi anggota parti politik Sarekat Islam. Pada tahun 1945, beliau membantu menentang kemaraan kembali penjajah Belanda ke Indonesia melalui pidato dan menyertai kegiatan gerila di dalam hutan di Medan. Pada tahun 1947, HAMKA dilantik sebagai ketua Barisan Pertahanan Nasional, Indonesia. Beliau menjadi anggota Konstituante Masyumi dan menjadi pemidato utama dalam Pilihan Raya Umum 1955. Masyumi kemudiannya diharamkan oleh pemerintah Indonesia pada tahun 1960. Dari tahun 1964 hingga tahun1966, HAMKA telah dipenjarakan oleh Presiden Sukarno kerana dituduh pro-Malaysia. Semasa dipenjarakanlah maka beliau mula menulis Tafsir al-Azhar yang merupakan karya ilmiah terbesarnya. Setelah keluar dari penjara, HAMKA dilantik sebagai ahli Badan Musyawarah Kebajikan Nasional, Indonesia, anggota Majlis Perjalanan Haji Indonesia dan anggota Lembaga Kebudayaan Nasional, Indonesia.

Selain aktif dalam soal keagamaan dan politik, HAMKA merupakan seorang wartawan, penulis, editor dan penerbit. Sejak tahun 1920-an lagi, HAMKA menjadi wartawan beberapa buah akhbar seperti Pelita Andalas, Seruan Islam, Bintang Islam dan Seruan Muhammadiyah. Pada tahun 1928, beliau menjadi editor majalah Kemajuan Masyarakat. Pada tahun 1932, beliau menjadi editor dan menerbitkan majalah al-Mahdi di Makasar. HAMKA juga pernah menjadi editor majalah Pedoman Masyarakat, Panji Masyarakat dan Gema Islam.

Hamka juga menghasilkan karya ilmiah Islam dan karya kreatif seperti novel dan cerpen. Karya ilmiah terbesarnya ialah Tafsir al-Azhar (5 jilid) dan antara novel-novelnya yang mendapat perhatian umum dan menjadi buku teks sastera di Malaysia dan Singapura termasuklah Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, Di Bawah Lindungan Kaabah dan Merantau ke Deli.

Hamka pernah menerima beberapa anugerah pada peringkat nasional dan antarabangsa seperti anugerah kehormatan Doctor Honoris Causa, Universitas al-Azhar, 1958; Doktor Honoris Causa, Universitas Kebangsaan Malaysia, 1974; dan gelaran Datuk Indono dan Pengeran Wiroguno daripada pemerintah Indonesia.

Hamka telah pulang ke rahmatullah pada 24 Juli 1981, namun jasa dan pengaruhnya masih terasa sehingga kini dalam memartabatkan agama Islam. Beliau bukan sahaja diterima sebagai seorang tokoh ulama dan sasterawan di negara kelahirannya, malah jasanya di seluruh alam Nusantara, termasuk Malaysia dan Singapura, turut dihargai.

fr. http://sululana.blogspot.com


Biografi Prof. Dr. Hamka (Buya Hamka)


Prof. Dr. HAMKA
Buya Hamka bukan sosok ulama istana, beliau adalah ulama pejuang yang berhasil menjadi peletak dasar kebangkitan komunitas islam modern atau kaum gedongan di Ibukota lewat icon al azhar yang pada akhirnya berhasil pula melebarkan sayap sebagai lembaga pendidikan modernis dan agamis.

Sebagai politisi buya hamka patut menjadi teladan, Pandangan dan keyakinannya senantiasa lurus – lurus saja memperjuangkan aspirasi ummat, beliau bersama tokoh-tokoh Masyumi lainnya adalah para pejuang Islam yang gigih dalam mengajukan konsep-konsep Islam, secara ilmiah dan argumentatif. Tetapi, juga konsisten dalam memegang teguh aturan main secara konstitusional. Ketika perjuangan melalui jalur partai politik terganjal, buya hamka dan para tokoh Masyumi memilih hijrah dengan menempuh jalur dakwah di masyarakat, masjid, pesantren, dan perguruan tinggi. Karena sesungguhnya dakwah adalah laksana air yang mengalir, tidak boleh berhenti, dan tidak bisa dibendung.

Sikap Istiqomah menjadi garda terdepan walau harus menghadapi tangan – tangan besi kekuasaan yang terbukti berhasil menjebloskannya ke penjara.

Penjara badaniah tak sekalipun kuasa memenjarakan kebesaran jiwa seorang hamka yang tetap merdeka, sejarah pula yang akhirnya mencatat bahwa dari dalam penjara lahir karya terbesar buya hamka yang membuatnya dikenal hingga ke mancanegara, Tafsir Al Azhar adalah satu – satunya Tafsir Al Qur’an yang ditulis oleh ulama melayu dengan gaya bahasa yang khas dan mudah dicerna.

Bukan Sekedar itu karya sastra buah penanya tak kalah hebatnya, beberapa novelnya seperti Dibawah Lindungan Ka’bah, Tenggelamnya Kapal Van Der Wickj , Merantau ke Deli dan banyak karya – karya beliau ternyata tidak hanya dipublikasikan oleh penerbit nasional sekelas Balai Pustaka dan Pustaka Bulan Bintang melainkan juga diterbitkan di beberapa negara asia tenggara bahkan di release juga diberbagai situs, blog dan media informasi lainnya.

Pendek kata karya besar buya hamka saat ini telah mendunia meski ironisnya di negeri sendiri sudah jarang generasi muda yang mengenal sosoknya yang fenomenal.

Sikap Istiqomah yang dicontohkan buya hamka bisa menjadi inspirasi bagi kita, beliau bukan alumni perguruan tinggi manapun namun banyak sekali kalangan yang menuliskan di depan namanya gelar atau title Prof Dr, siapa yang bakal menyangka jika seorang yang pada awalnya belajar secara otodidak belakangan justru banyak di berikan gelar doctor honoris causa oleh banyak universitas terkemuka.

Karya – karya buya hamka terutama di bidang sastra memang telah melambungkan nama bangsa, mengharumkan nusantara hingga ke manca negara.

Simaklah petikan puisi yang dituliskannya secara khusus untuk Pak Natsir, Puisi yang ditulis Buya Hamka pada tanggal 13 November 1957 setelah mendengar uraian Pidato Natsir yang dengan tegas menawarkan kepada Sidang Konstituante agar menjadikan Islam sebagai dasar negara RI.

Kepada Saudaraku M. Natsir
Meskipun bersilang keris di leher
Berkilat pedang di hadapan matamu
Namun yang benar kau sebut juga benar
Cita Muhammad biarlah lahir
Bongkar apinya sampai bertemu
Hidangkan di atas persada nusa
Jibril berdiri sebelah kananmu
Mikail berdiri sebelah kiri
Lindungan Ilahi memberimu tenaga
Suka dan duka kita hadapiSuaramu wahai Natsir, suara kaum-mu
Kemana lagi, Natsir kemana kita lagi
Ini berjuta kawan sepaham
Hidup dan mati bersama-sama
Untuk menuntut Ridha IlahiDan aku pun masukkan
Dalam daftarmu …….!

Jalan Istiqomah yang dilalui dalam setiap jejak pergerakan dan perjuangan buya hamka untuk memajukan kaumnya merupakan rintisan yang seharusnya bisa diteruskan dari generasi ke genarasi. Benarkah ?!?!

Pengenalan Tokoh

Tokoh dan Ulama Indonesia sengaja dipilih karena Faisal meyakini sosok beliau pada masa kini belum tergantikan baik keteladanannya, keilmuannya dan keistiqamahannya oleh karena itu saya menyajikan profile Almarhum Haji Abdul Malik Bin Haji Abdul Karim Amarullah atau dikenali sebagai Prof. Dr Hamka Sebagai cerminan dan suri tauladan bagi generasi muda Indonesia dan Pemimpin Negara ini sehingga Negara Kita yang rindu akan kearifan dan keluhuran Budi Pekerti Beliau dapat kita contoh dan teladani dalam kehidupan ini.

Prof. Dr. Buya Hamka, beliau berasal dari tanah Minangkabau Sumatera Barat yang mempunyai adat melayu yang kental, Setiap orang di negara ini yang pernah melihat dan mendengar kuliah agama yang disampaikan oleh tokoh ini pastinya merasai kerinduan yang mendalam terhadap nastolgia masa lampau dengan Gayanya yang tersendiri dalam berdakwah amat memukau sekali bagai magnet yang boleh menyentuh hati setiap insan yang mendengar.

Profiles / Biodata

Haji Abdul Malik Karim Amrullah (atau lebih dikenal dengan julukan HAMKA, yakni singkatan namanya), lahir tahun 1908, di desa kampung Molek, Maninjau, Sumatera Barat, dan meninggal di Jakarta 24 Juli 1981, adalah sastrawan Indonesia, sekaligus ulama, dan aktivis politik.

Belakangan ia diberikan sebutan Buya, yaitu panggilan buat orang Minangkabau yang berasal dari kata abi, abuya dalam bahasa Arab, yang berarti ayahku, atau seseorang yang dihormati.

HAMKA (1908-1981), adalah lebih terkenal daripada nama sebenar. Beliau adalah seorang ulama, aktivis politik dan penulis Indonesia yang amat terkenal di alam Nusantara. Beliau lahir pada 14 Muharram 1326H bersamaan 17 Februari 1908 di kampung Molek, Maninjau, Sumatera Barat, Indonesia. Ayahnya ialah Syeikh Abdul Karim bin Amrullah atau dikenali sebagai Haji Rasul, seorang pelopor Gerakan Islah (tajdid) di Minangkabau, yang tersohor dan dianggap pula pembawa reformasi Islam ( kaum muda). Menariknya pula, datuk beliau adalah ulama tarekat yang bersuluk terkenal. Tuan Kisa-i ( datuk Hamka) tetap mengamal Thariqat Naqsyabandiyah, istiqamah mengikut Mazhab Syafie. Pemahaman Islam Tuan Kisa-i sama dengan pegangan ‘Kaum Tua’, tetapi pada zaman beliau istilah ‘Kaum Tua’ dan ‘Kaum Muda’ belum tersebar luas. Anak beliau, Syeikh Haji Abdul Karim Amrullah, adalah seorang pelopor dan termasuk tokoh besar dalam perjuangan ‘Kaum Muda’. Syeikh Haji Abdul Karim Amrullah menolak amalan Thariqat Naqsyabandiyah, sekali gus menolak ikatan ‘taqlid’, tetapi lebih cenderung kepada pemikiran Syeikh Muhammad Abduh. Manakala ibunya pula bernama Siti Safiyah Binti Gelanggar yang bergelar Bagindo nan Batuah. sekembalinya dari Makkah pada tahun 1906.

Menurut sejarahnya, bapa beliau pernah dibuang daerah oleh penjajah Belanda ke Sukabumi dalam tahun 1941 lantaran fatwa beliau yang dianggap membahayakan penjajah dan keselamatan umum. Haji Abdul Karim adalah tuan guru kepada Sheikh Haji Ahmad Jelebu[1] yang riwayat hidupnya turut disajikan dalam koleksi ini. Beliau meninggal dunia pada 21 Jun 1945.

Hamka mendapat didikan dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan seperti filsafat, sastra, sejarah, sosiologi dan politik, baik Islam maupun Barat. Dengan kemahiran bahasa Arabnya yang tinggi, beliau dapat menyelidiki karya ulama dan pujangga besar di Timur Tengah seperti Zaki Mubarak, Jurji Zaidan, Abbas al-Aqqad, Mustafa al-Manfaluti dan Hussain Haikal. Melalui bahasa Arab juga, beliau meneliti karya sarjana Perancis, Inggris dan Jerman seperti Albert Camus, William James, Sigmund Freud, Arnold Toynbee, Jean Paul Sartre, Karl Marx dan Pierre Loti. Hamka juga rajin membaca dan bertukar-tukar pikiran dengan tokoh-tokoh terkenal Jakarta seperti HOS Tjokroaminoto, Raden Mas Surjopranoto, Haji Fachrudin, Ar Sutan Mansur dan Ki Bagus Hadikusumo sambil mengasah bakatnya sehingga menjadi seorang ahli pidato yang handal.

Hamka juga aktif dalam gerakan Islam melalui organisasi Muhammadiyah. Beliau mengikuti pendirian Muhammadiyah mulai tahun 1925 untuk melawan khurafat, bidaah, tarekat dan kebatinan sesat di Padang Panjang. Mulai tahun 1928, beliau mengetuai cabang Muhammadiyah di Padang Panjang. Pada tahun 1929, Hamka mendirikan pusat latihan pendakwah Muhammadiyah dan dua tahun kemudian beliau menjadi konsul Muhammadiyah di Makassar. Kemudian beliau terpilih menjadi ketua Majlis Pimpinan Muhammadiyah di Sumatera Barat oleh Konferensi Muhammadiyah, menggantikan S.Y. Sutan Mangkuto pada tahun 1946. Beliau menyusun kembali pembangunan dalam Kongres Muhammadiyah ke-31 di Yogyakarta pada tahun 1950.

Pada tahun 1953, Hamka dipilih sebagai penasihat pimpinan Pusat Muhammadiah. Pada 26 Juli 1977, Menteri Agama Indonesia, Prof. Dr. Mukti Ali melantik Hamka sebagai ketua umum Majlis Ulama Indonesia tetapi beliau kemudiannya meletak jawatan pada tahun 1981 karena nasihatnya tidak dipedulikan oleh pemerintah Indonesia.

Kegiatan politik Hamka bermula pada tahun 1925 ketika beliau menjadi anggota partai politik Sarekat Islam. Pada tahun 1945, beliau membantu menentang usaha kembalinya penjajah Belanda ke Indonesia melalui pidato dan menyertai kegiatan gerilya di dalam hutan di Medan. Pada tahun 1947, Hamka diangkat menjadi ketua Barisan Pertahanan Nasional, Indonesia. Beliau menjadi anggota Konstituante Masyumi dan menjadi pemidato utama dalam Pilihan Raya Umum 1955. Masyumi kemudiannya diharamkan oleh pemerintah Indonesia pada tahun 1960. Dari tahun 1964 hingga tahun 1966, Hamka dipenjarakan oleh Presiden Sukarno karena dituduh pro-Malaysia. Semasa dipenjarakanlah maka beliau mulai menulis Tafsir al-Azhar yang merupakan karya ilmiah terbesarnya. Setelah keluar dari penjara, Hamka diangkat sebagai anggota Badan Musyawarah Kebajikan Nasional, Indonesia, anggota Majelis Perjalanan Haji Indonesia dan anggota Lembaga Kebudayaan Nasional, Indonesia.

Selain aktif dalam soal keagamaan dan politik, Hamka merupakan seorang wartawan, penulis, editor dan penerbit. Sejak tahun 1920-an, Hamka menjadi wartawan beberapa buah akhbar seperti Pelita Andalas, Seruan Islam, Bintang Islam dan Seruan Muhammadiyah. Pada tahun 1928, beliau menjadi editor majalah Kemajuan Masyarakat. Pada tahun 1932, beliau menjadi editor dan menerbitkan majalah al-Mahdi di Makasar. Hamka juga pernah menjadi editor majalah Pedoman Masyarakat, Panji Masyarakat dan Gema Islam.

Hamka juga menghasilkan karya ilmiah Islam dan karya kreatif seperti novel dan cerpen. Karya ilmiah terbesarnya ialah Tafsir al-Azhar (5 jilid) dan antara novel-novelnya yang mendapat perhatian umum dan menjadi buku teks sastera di Malaysia dan Singapura termasuklah Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, Di Bawah Lindungan Kaabah dan Merantau ke Deli.

Hamka pernah menerima beberapa anugerah pada peringkat nasional dan antarabangsa seperti anugerah kehormatan Doctor Honoris Causa, Universitas al-Azhar, 1958; Doktor Honoris Causa, Universitas Kebangsaan Malaysia, 1974; dan gelar Datuk Indono dan Pengeran Wiroguno dari pemerintah Indonesia.

Hamka telah pulang ke rahmatullah pada 24 Juli 1981, namun jasa dan pengaruhnya masih terasa sehingga kini dalam memartabatkan agama Islam. Beliau bukan sahaja diterima sebagai seorang tokoh ulama dan sasterawan di negara kelahirannya, malah jasanya di seluruh alam Nusantara, termasuk Malaysia dan Singapura, turut dihargai.

Pendidikan

Hamka mendapat pendidikan rendah di Sekolah Dasar Maninjau sehingga kelas dua. Ketika usia HAMKA mencapai 10 tahun, ayahnya telah mendirikan Sumatera Thawalib di Padang Panjang. Di situ Hamka mempelajari agama dan mendalami bahasa Arab. Hamka juga pernah mengikuti pengajaran agama di surau dan masjid yang diberikan ulama terkenal seperti Syeikh Ibrahim Musa, Syeikh Ahmad Rasyid, Sutan Mansur, R.M. Surjopranoto dan Ki Bagus Hadikusumo. Masa kecilnya, seperti kanak-kanak lain beliau juga dikatakan lasak dan nakal. Ini diceritakan sendiri oleh Sheikh Haji Ahmad Jelebu bahawa Hamka pernah menyimbah air kepada penuntut lain semasa mengambil wuduk. Selepas itu beliau berguru pula kepada Sheikh Ibrahim Musa di Bukit Tinggi. Dalam tahun 1924, Hamka berhijrah ke Jawa sempat menuntut pula kepada pemimpin gerakan Islam Indonesia seperti Haji Omar Said Chakraminoto. Lain-lain gurunya ialah Haji Fakharudin, Ki Bagus, Hadi Kesumo dan iparnya sendiri Rashid Sultan Mansur.

Karya

Hamka mula-mula bekerja sebagai guru agama pada tahun 1927 di Perkebunan Tebing Tinggi, Medan dan guru agama di Padang panjang pada tahun 1929. Hamka bergiat aktif bagi menentang gejala khurafat, bidaah dan kebatinan sesat di sana. Beliau menubuhkan Madrasah Mubalighin pada 1929 dan dua berikutnya, Pak Hamka berpindah pula ke Kota Makasar, Sulawesi untuk menjadi pimpinan Muhamadiah.

Hamka kemudian dilantik sebagai dosen di Universitas Islam, Jakarta dan Universitas Muhammadiyah, Padangpanjang dari tahun 1957 hingga tahun 1958. Setelah itu, beliau diangkat menjadi rektor Perguruan Tinggi Islam, Jakarta dan Profesor Universitas Mustopo, Jakarta. Dari tahun 1951 hingga tahun 1960, beliau menjabat sebagai Pegawai Tinggi Agama oleh Menteri Agama Indonesia, tetapi meletakkan jabatan itu ketika Sukarno menyuruhnya memilih antara menjadi pegawai negeri atau bergiat dalam politik Majlis Syura Muslimin Indonesia (Masyumi).

Keilmuan dan ketokohan yang ada pada beliau mendorong beberapa buah universiti mengambilnya sebagai pensyarah dalam bidang agama dan falsafah. Antara universiti itu ialah Universiti Islam Jakarta, Universiti Mohamadiah Sumatera Barat, Universiti Islam Pemerintah di Jogjakarta dan Universiti Islam Makasar. Bagi mengiktiraf keilmuannya, Universiti Al Azhar, Mesir telah menganugerahkan Doktor Kehormat dalam tahun 1958 dan beliau turut menerima ijazah Doktor Persuratan UKM pada 7 Jun 1974.

Karya Buya Hamka

Keistimewaan Pak Hamka ialah kebolehannya menulis novel dan menghasilkan kitab-kitab agama yang terkenal. Berikut ialah beberapa buah buku karangan tersebut:
  1. Khatibul Ummah, Jilid 1-3. Ditulis dalam huruf Arab.
  2. Si Sabariah. (1928)
  3. Pembela Islam (Tarikh Saidina Abu Bakar Shiddiq),1929.
  4. Adat Minangkabau dan agama Islam (1929).
  5. Ringkasan tarikh Ummat Islam (1929).
  6. Kepentingan melakukan tabligh (1929).
  7. Hikmat Isra’ dan Mikraj.
  8. Arkanul Islam (1932) di Makassar.
  9. Laila Majnun (1932) Balai Pustaka.
  10. Majallah ‘Tentera’ (4 nomor) 1932, di Makassar.
  11. Majallah Al-Mahdi (9 nomor) 1932 di Makassar.
  12. Mati mengandung malu (Salinan Al-Manfaluthi) 1934.
  13. Di Bawah Lindungan Ka’bah (1936) Pedoman Masyarakat,Balai Pustaka.
  14. Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck (1937), Pedoman Masyarakat, Balai Pustaka.
  15. Di Dalam Lembah Kehidupan 1939, Pedoman Masyarakat, Balai Pustaka.
  16. Merantau ke Deli (1940), Pedoman Masyarakat, Toko Buku Syarkawi.
  17. Margaretta Gauthier (terjemahan) 1940.
  18. Tuan Direktur 1939.
  19. Dijemput mamaknya,1939.
  20. Keadilan Ilahy 1939.
  21. Tashawwuf Modern 1939.
  22. Falsafah Hidup 1939.
  23. Lembaga Hidup 1940.
  24. Lembaga Budi 1940.
  25. Majallah ‘SEMANGAT ISLAM’ (Zaman Jepun 1943).
  26. Majallah ‘MENARA’ (Terbit di Padang Panjang), sesudah revolusi 1946.
  27. Negara Islam (1946).
  28. Islam dan Demokrasi,1946.
  29. Revolusi Pikiran,1946.
  30. Revolusi Agama,1946.
  31. Adat Minangkabau menghadapi Revolusi,1946.
  32. Dibantingkan ombak masyarakat,1946.
  33. Didalam Lembah cita-cita,1946.
  34. Sesudah naskah Renville,1947.
  35. Pidato Pembelaan Peristiwa Tiga Maret,1947.
  36. Menunggu Beduk berbunyi,1949 di Bukittinggi,Sedang Konperansi Meja Bundar.
  37. Ayahku,1950 di Jakarta.
  38. Mandi Cahaya di Tanah Suci. 1950.
  39. Mengembara Dilembah Nyl. 1950.
  40. Ditepi Sungai Dajlah. 1950.
  41. Kenangan-kenangan hidup 1,autobiografi sejak lahir 1908 sampai pd tahun 1950.
  42. Kenangan-kenangan hidup 2.
  43. Kenangan-kenangan hidup 3.
  44. Kenangan-kenangan hidup 4.
  45. Sejarah Ummat Islam Jilid 1,ditulis tahun 1938 diangsur sampai 1950.
  46. Sejarah Ummat Islam Jilid 2.
  47. Sejarah Ummat Islam Jilid 3.
  48. Sejarah Ummat Islam Jilid 4.
  49. Pedoman Mubaligh Islam,Cetakan 1 1937 ; Cetakan ke 2 tahun 1950.
  50. Pribadi,1950.
  51. Agama dan perempuan,1939.
  52. Muhammadiyah melalui 3 zaman,1946,di Padang Panjang.
  53. 1001 Soal Hidup (Kumpulan karangan dr Pedoman Masyarakat, dibukukan 1950).
  54. Pelajaran Agama Islam,1956.
  55. Perkembangan Tashawwuf dr abad ke abad,1952.
  56. Empat bulan di Amerika,1953 Jilid 1.
  57. Empat bulan di Amerika Jilid 2.
  58. Pengaruh ajaran Muhammad Abduh di Indonesia (Pidato di Kairo 1958), utk Doktor Honoris Causa.
  59. Soal jawab 1960, disalin dari karangan-karangan Majalah GEMA ISLAM.
  60. Dari Perbendaharaan Lama, 1963 dicetak oleh M. Arbie, Medan; dan 1982 oleh Pustaka Panjimas, Jakarta.
  61. Lembaga Hikmat,1953 oleh Bulan Bintang, Jakarta.
  62. Islam dan Kebatinan,1972; Bulan Bintang.
  63. Fakta dan Khayal Tuanku Rao, 1970.
  64. Sayid Jamaluddin Al-Afhany 1965, Bulan Bintang.
  65. Ekspansi Ideologi (Alghazwul Fikri), 1963, Bulan Bintang.
  66. Hak Asasi Manusia dipandang dari segi Islam 1968.
  67. Falsafah Ideologi Islam 1950(sekembali dr Mekkah).
  68. Keadilan Sosial dalam Islam 1950 (sekembali dr Mekkah).
  69. Cita-cita kenegaraan dalam ajaran Islam (Kuliah umum) di Universiti Keristan 1970.
  70. Studi Islam 1973, diterbitkan oleh Panji Masyarakat.
  71. Himpunan Khutbah-khutbah.
  72. Urat Tunggang Pancasila.
  73. Doa-doa Rasulullah S.A.W,1974.
  74. Sejarah Islam di Sumatera.
  75. Bohong di Dunia.
  76. Muhammadiyah di Minangkabau 1975,(Menyambut Kongres Muhammadiyah di Padang).
  77. Pandangan Hidup Muslim,1960.
  78. Kedudukan perempuan dalam Islam,1973.
  79. Tafsir Al-Azhar Juzu’ 1-30, ditulis pada masa beliau dipenjara oleh Sukarno.
  80. Majalah
  81. Kemahuan Zaman ( 1929)
  82. Al Mahdi ( 1933)
  83. Pendoman Masyarakat ( 1936 – 1942)
  84. Semangat Islam ( 1944- 1948)
  85. Menara ( 1946-1948)
  86. Panji Masyarakat ( 1959)

Hasil tulisan beliau ini banyak memberi petunjuk dan ilham kepada para pembacanya. Malah karya-karya Almarhum Pak Hamka mampu membangkit semangat perjuangan seperti karya-karyanya dalam majalah selepas perang. Majalah Panji Masyarakat sendiri telah telah diharamkan oleh pemerintahan Sukarno dalam tahun 1960 iaitu setahun selepas penerbitannya. Bagaimanapun, majalah ini diterbitkan semula dalam pemerintahan order baru Suharto tahun 1966.

Pak Hamka pernah dipenjarakan awal tahun 1960an. Zaman pemerintahan Sukarno dan ketika kominis bermaharajalela, selain ditangkap buku-buku Almarhum ada yang dibakar. Di dalam penjara inilah, beliau melahirkan kitab Tafsir Al Azhar yang menjadi bacaan ummah sekarang. Penahanan batang tubuhnya dalam sangkar besi itu tidak dapat membunuh semangatnya untuk beribadah kepada Tuhannya.

Penyusun pernah membaca kisah riwayat Presiden Sukarno yang penuh kontroversi itu. Dinyatakan apabila bekas Presiden itu meninggal dunia, Pak Hamka telah dijemput dan dirayu supaya mengimami sholat jenazah Sukarno. Peringkat awalnya, Almarhum agak keberatan menunaikannya kerana sikap Sukarno masa hidupnya amat dipertikaikan. Namun apabila teringat tentang sifat Allah yang Maha Pengampun untuk mengampun dosa-dosa hambaNya. Buya Hamka maju juga ke hadapan untuk mengetuai sholat jenazah itu, dikatakan saat akhir hidupnya Sukarno mulai kembali kepada fitrah mengingati penciptanya.

Berdakwah

Penyusun amat bersetuju dengan pandangan bahawa Pak Hamka adalah tokoh Ulama besar dan pendakwah tersohor yang pernah dilahirkan untuk abad kedua puluh di Nusantara ini. Kewalian dan sifat karamah maknawiyah yang dimilikinya, mampu menyentuh hati dhamir ribuan insan yang mendengar kata bicaranya yang lunak dan menyegarkan. Penyusun ingin mengutip tulisan Saudara Abdul Ghani Said,[2] penyusun buku “ 7 wali Melayu” bahawa Keistimewaan karamah maknawiyah antara lain ialah kata-katanya memberi kesan pada hati pendengar hingga mendorong orang membuat perubahan pada jalan kebaikan..”

Kekuatan minda dan kefasihan lidahnya untuk berdakwah dengan susun kata yang memukau jarang dimiliki oleh kebanyakan pendakwah. Kalau ada kisah tentang burung boleh berhenti terbang di udara apabila mendengar kemerduan bacaan Kitab Zabur oleh Nabi Daud A.S, maka Buya Hamka juga mempunyai magnet yang boleh meruntun jiwa pendengarnya untuk melabuhkan punggung mendengar sebentar ceramah dakwahnya. Hati yang keras bisa terlunak dan terpegun. Memang Allah memberi keistimewaan besar kepadanya iaitu senjata sulit berdakwah dengan lidahnya.

Di Negara kita, Pak Hamka sering juga berkunjung dan memenuhi undangan untuk berceramah termasuk di kaca TV hingga awal tahun 1980an. Beliau sering diundang menyertai muktamar Islam peringkat antarabangsa dan pernah berdakwah hingga ke Benua Eropah dan Amerika Syarikat. Kata Dr H. Ibnu Sutowo, hampir kesemua perjalanan hidupnya di dunia ini dimaksudkan untuk agama.

Kembali Ke Rahmatullah

Ulama istimewa ini kembali menemui Al Khaliqnya sewaktu berusia 72 tahun pada 24 Julai 1981 jam 11.10 pagi waktu Malaysia. Almarhum dipercayai mengalami serangan penyakit jantung. Penyusun berharap agar paparan kisah hidup tokoh nusantara yang agong ini dapat mengimbau kembali kenangan kita terhadap Pak Hamka yang dikasihi dan kita tidak rugi apabila mengingati orang-orang yang soleh kerana ia boleh mendatangkan rahmah. Rasulullah sendiri pernah bersabda yang bermaksud
“ Sesungguhnya perbandingan ulama di bumi sepertilah bintang- bintang di langit yang boleh dijadikan panduan di dalam kegelapan di bumi dan di laut..”Golongan yang cuba mengelak diri dari mendampingi ulama atau memusuhi mereka yang ikhlas untuk memandu kita di dunia ini perlulah berwaspada. Ingatlah, peringatan Allah SWT dalam Hadith Qudsi :“ Barang siapa memusuhi waliKu ( ulama), maka Aku akan mengisytiharkan perang terhadapnya” ( Riwayat Al Bukhari).

Tokoh Ulama Indonesia Yang dikagumi dan disegani baik oleh kawan dan lawan.

Sumber: rifafreedom.wordpress.com

Jumat, 05 Agustus 2011

UJE: Bertobat Total Setelah Allah Menayangkan Semua Perbuatan Maksiatnya di Mekkah

Tidak akan ada yang menyangka kalau Ustadz Jefri Al-Buchori di masa mudanya adalah seorang junky atau pemakai obat-obatan terlarang. Mungkin juga, tak banyak orang yang menduga bahwa penceramah tampan ini dulunya kerap melakukan perbuatan maksiat. Tapi kini Jefri adalah seorang ustadz yang getol memberikan dakwah. Bagaimana sebetulnya perjalanan seorang Ustadz Jefri hingga mendapatkan titik balik dalam hidupnya untuk bertobat total dari semua perbuatan maksiatnya di masa lalu, termasuk meninggalkan Narkoba?

Sabtu (24/3) siang lalu, cuaca Jakarta terasa panas. Hal ini wajar, sebab musim kemarau telah menjelang. Meski cuaca terasa panas, ketika Realita hendak bertemu Uje, panggilan akrab Ustadz Jefri di daerah Cibubur, cuaca justru lebih sejuk. Terlebih lagi, setelah berada di tempat syuting ceramah Ustadz Jefri. Suasana yang sejuk makin terasa teduh setelah mendengarkan ceramah Ustadz Jefri yang kala itu terdengar cukup keras. Puluhan jemaah yang sebagian besar mengenakan pakaian berwarna putih tampak serius mendengarkan ceramah Ustadz Jefri. Sesekali terdengar gelak tawa dari para jemaah yang kebanyakan ibu-ibu itu setelah mendengar lelucon yang terlontar dari depan mimbar. Jefri memang tengah memberikan ceramah kepada puluhan jemaah untuk disiarkan di salah satu televisi swasta tanah air.

Setelah menuntaskan ceramahnya selama hampir dua jam, Jefri masih terlihat gembira meski sudah berjam-jam memberikan dakwah kepada para jemaah, Ia tidak terlihat lelah setelah ceramah. Jefri masih memperlihatkan senyumnya kepada para jemaah yang akan meninggalkan tempat. Ketika Realita berusaha untuk menghampirinya, Jefri masih saja tampak ramah menyambut kedatangan wartawan. Ia juga mempersilahkan wartawan untuk duduk dan langsung bercengkerama. Meski sempat terhenti ngobrol karena kedua anaknya menghampiri Jefri, obrolan akhirnya berlanjut kembali. Dari percakapan di waktu sore itulah, Jefri bersedia mengulas mengenai perjalanan hidup dan karirnya hingga ia mendapatkan kesuksesan sebagai penceramah seperti sekarang ini.

Terjerat Narkoba. Jefri kini ternyata bukanlah Jefri yang dulu. Di masa mudanya, Jefri hanyalah seorang pemuda yang banyak melakukan perbuatan maksiat. Meski sempat mengenyam pendidikan di pesantren, itu bukan jaminan untuk membuat kepribadian dan sikap Jefri menjadi lebih baik. Pendidikan agama yang kuat dari orang tua menjadi asupannya sehari-hari. Pada usia sembilan tahun, Jefri sudah dapat melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran. Didikan orang tuanya memang sangat kental dalam membentuk kepribadian seorang Jefri.

Namun sebaliknya, selepas pendidikan di pesantren, Jefri malah menemukan kebebasannya sebagai anak muda yang selalu ingin mencoba hal-hal baru. Pada saat itulah, Jefri masuk ke dalam dunia kelam, dunia yang dipenuhi dengan perbuatan-perbuatan dosa. Selama bertahun-tahun, Jefri bergaul dengan berbagai macam obat-obatan terlarang. Tidak ada lagi benteng agama yang didapatnya dari pesantren. Yang ada hanyalah keinginan untuk mencoba sesuatu yang baru dan menggoda. Ditambah lagi perasaan frustasi yang ia rasakan dalam hidupnya. Semuanya bercampuraduk menjadi satu dan menjelma sebagai motivasi bagi dirinya untuk lebih terjerambab di dunia yang kelam.

Awal mula Jefri masuk ke dalam jeratan Narkoba saat ia terjun di dunia entertainment. Kala itu, Jefri diperkenalkan dengan dunia artis di mana segala macam godaan berseliweran. Dari situlah, Jefri mengenal benda haram yang disebut Narkoba itu. Sekitar tahun 1991, Jefri memang mulai ikut terlibat di dalam dunia entertainment. Dari dunia itu pula, ia mampu meraih lembaran-lembaran uang dengan mudahnya. Kondisi ini mengakibatkan pribadi Jefri semakin tertantang untuk mencoba hal-hal baru. “Namanya juga masih muda,” ujar Jefri sembari tersenyum.

Saya pakai Narkoba karena saya ingin mati akibat frustasi dalam hidup,” imbuhnya. Gaya hidup Jefri yang dulunya hanya berkutat di dalam pesantren, setelah terjun di dunia entertainment, berubah 180 derajat. Ia lebih banyak menghabiskan waktu di diskotek dan bar. Minuman-minuman beralkohol pun telah diakrabinya selama beberapa tahun. Seiring berjalannya waktu, Jefri semakin terpuruk dengan kondisi tersebut. Ia semakin sulit untuk lepas dari dunia yang kelam itu.

Uang bayaran dari hasil menjadi penari latar dan fashion show kala itu, kerap digunakan untuk membeli Narkoba. Tak heran, uangnya tak pernah tersisa. Jefri juga pernah mencicipi dunia akting dengan turut berperan di beberapa sinetron. Di antaranya adalah Sayap-sayap Patah, Opera Tiga zaman, dan Kerinduan. Terjunnya Jefri di dunia akting ternyata tidak serta merta disetujui oleh kedua orangtuanya, H. Ismail dan Hj. Tatu Mulyana. Kedua orang tuanya yang memiliki latar belakang agama yang kuat membuat Jefri terhambat dalam menekuni karirnya. Pasalnya, kehidupan artis yang tak bisa lepas dari dunia malam membuat kedua orang tuanya tidak menyetujuinya.

Dari waktu ke waktu, Jefri semakin tenggelam dengan obat-obatan terlarang yang dikonsumsinya. Ia semakin frustasi, akibatnya ia makin gemar mengkonsumsi shabu-shabu. Dari dalam dirinya pun sudah tak ada lagi kemauan untuk berubah dan kembali ke jalan yang benar. Namun, ketika sang ayah meninggal pada tahun 1992, Jefri semakin terpuruk dalam dunia Narkoba. Ia merasa sudah tak bisa lepas lagi dari jeratan obat-obatan terlarang.

Kehidupannya pun semakin tidak terkendali dan berantakan, termasuk studinya di salah satu universitas swasta di Jakarta. Konsekuensinya, ia harus menyandang predikat drop out (DO) dari kampusnya. Ia kemudian dikeluarkan oleh pihak kampus, karena tidak pernah membayar uang kuliah. Uang dari orang tua yang seharusnya digunakan untuk biaya kuliah, sudah ia gunakan semuanya untuk membeli serbuk haram tersebut.

Ketergantungannya pada Narkoba mengakibatkan ia beberapa kali mengalami over dosis (OD) meski tidak sampai berakibat fatal. Dunia Jefri semakin gelap seakan-akan tak ada lagi harapan. Tidak ada lagi cita-cita yang mungkin bisa tercapai. Yang ada hanyalah kehancuran yang semakin lama makin jauh terperosok.


Mendapatkan Titik Balik. Ternyata Jefri tidak terus menerus terkekang dalam dunia Narkoba. Jefri percaya ia telah diberikan suatu hidayah agar mampu berubah dan kembali ke jalan yang benar. Perubahan itulah yang kini mengubah nasib Jefri yang sebelumnya hitam kelam. Perubahan itu pula yang menjadikan Jefri sebagai ustadz muda yang kerap wira-wiri di layar televisi.

Namun, yang terpenting dari segalanya, Jefri mampu mengubah jalan hidupnya yang sempat berbelok dari jalur yang seharusnya ia jalani. Jefri baru merasakan mendapat hidyah setelah ia sempat mengalami kejadian-kejadian yang sulit untuk dijelaskan secara logika. “Saya sempat bermimpi yang aneh,” ujar Jefri. Di dalam mimpinya tersebut, Jefri melihat jenazahnya sedang disiksa oleh malaikat akibat dari segala macam perbuatan maksiat yang telah ia perbuat. Tak hanya itu, ia juga sempat melihat banyak kehancuran di dunia ini setelah kiamat datang. Di dalam mimpinya, ia juga diperlihatkan banyak cahaya putih. Sementara Jefri berjalan di tengah-tengah kuburan.

Terasa banget kok saat disiksa,” imbuhnya. Selain itu, motivasi dari keluarga, menjadi latar belakang Jefri untuk berubah. Salah satu orang yang paling berjasa dalam proses perubahan hidupnya itu tidak lain adalah ibunya, Hj. Tatu Mulyana. Sebagai seorang ustadzah, Tatu tak pernah berhenti untuk memberikan nasihat kepada anak lelakinya itu. Namun, seperti yang diakui Jefri, perubahan tidak akan pernah terjadi tanpa adanya kemauan yang timbul dari dalam dirinya.

Selama bertahun-tahun Jefri bergelut dengan dunia kelam, Jefri merasakan adanya kelelahan di dalam dirinya. “Saya sudah lelah hidup di dunia seperti itu,” ujar pria kelahiran Jakarta, 12 April 1973. Diakuinya pula, ia memang bertekad untuk berhenti dari dunia yang menghancukan kehidupannya tersebut dan berusaha untuk kembali ke jalur yang benar. “Ibaratnya seorang bayi yang tidak selalu akan menjadi bayi,” ujarnya sedikit berfilsafat.

Berkat keinginan yang kuat yang hadir di dalam dirinya tersebut, Jefri lambat laun mampu keluar dari lingkaran setan. “Saya ibarat segelas air ditambah terus airnya hingga tumpah. Itulah perbuatan maksiat yang sudah saya lakukan,” ujar Jefri. Sehingga kala itu Jefri sudah tidak kuat lagi untuk tetap melakukan perbuatan maksiat. Perlahan-lahan, ia kembali sadar akan artinya hidup yang dijalaninya. Keputusan pun telah diambilnya. Ia akan melakukan taubat sebelum kejadian di dalam mimpinya tidak terjadi di kehidupan nyata.

Sebagai salah satu langkah untuk membersihkan diri dari segala dosa, ia memutuskan untuk pergi umrah ke tanah suci. Di Mekkah itulah, ia mencurahkan segala isi hatinya tentang perbuatan-perbuatan dosa yang pernah ia lakukan. Di tanah suci, Jefri tak segan-segan menangis sembari menyesali segala perbuatan yang ia telah lakukan selama masa mudanya. “Setelah menangis, saya merasa lega,” kenang pria yang pernah berlatih tari bersama Adtya Gumay, seorang penata koreografi ini. Di tanah suci itu pula, ia mengalami suatu kejadian yang membuatnya bertaubat atas segala perbuatan yang telah ia perbuat.

Kini, perubahan dalam dirinya telah menampakkan hasil. Jefri telah lahir kembali menjadi manusia yang lebih bermakna. Dengan ceramah-ceramahnya yang menarik, Jefri semakin laris manis muncul di layar kaca. Tak hanya itu, ia juga disibukkan dengan jadwal ceramah yang tak pernah berhenti. Jefri menjadi penyebar agama padahal sebelumnya ia justru menjadi perusak agama. Dengan masa lalunya yang kelam, ia kini mendapatkan pelajaran yang berharga, pelajaran yang menjadikan dirinya sendiri sebagai sosok pejuang agama.

Membangun Keluarga. Seiring dengan perjalanan karirnya yang cukup sukses, kehidupan keluarganya pun semakin membaik dan harmonis. Memiliki istri yang anggun dan menawan, adalah salah satunya. Bahkan Pipik selalu menemani Jefri semenjak Jefri masih terlibat obat-obatan terlarang. Pernikahannya yang sudah belasan tahun telah menghadirkan manusia-manusia baru di dalam hidupnya. Dari penikahannya dengan Pipik, Jefri memperoleh dua orang anak. Adiba Khanza Az-Zafira (7) dan Abidzas Al Ghifari (6). Keduanya selalu mengisi hari-hari Jefri bersama keluarga. Dari keduanya pula, Jefri menemukan perannya sebagai seorang ayah.

Meski disibukkan dengan kegiatan dakwah dan syuting beberapa acara televisi, Jefri masih masih meluangkan waktu bersama keluarga. Untuk kedua anaknya tersebut, Jefri lebih banyak membebaskan keinginan mereka. Ia juga memiliki jurus ampuh untuk mendidik anak. “Anak-anak itu selalu mengikuti apa yang dicontohnya,” ujar Jefri yang beberapa waktu lalu meluncurkan situs Ujecentre ini.

Dengan begitu, Jefri hanya berusaha untuk memberikan contoh baik di depan kedua anaknya tersebut. Soal cita-cita kedua anaknya, ia telah dibebaskan sesuai dengan minat dan bakat mereka masing-masing. Tidak ada waktu pasti yang sengaja ia luangkan bersama istri dan kedua anaknya. Meski begitu, ia masih dapat meluangkan waktu bagi kedua buah hatinya itu. Salah satunya adalah dengan bermain bersama.

Tempat bermain favorit adalah di Timezone,” ujar Pipik, istri Jefri. Di dalam rumah, Jefri bahkan menyempatkan diri untuk dapat bermain playstation bersama kedua anaknya itu. Bermain futsal juga menjadi salah satu acara favorit keluarga. Jefri memang lebih dikenal dengan keluarganya yang harmonis. Kini, Jefri telah banyak berubah sebagai akibat dari masa lalunya yang dijadikan sebagai masa pembelajaran. “Saya tidak pernah menempatkan masa lalu saya sebagai kesalahan tepi sebagai masa pembelajaran,” ungkap Jefri dengan mantapnya. Fajar

Side Bar 1………

Menyatakan Tobat dengan Membenturkan Kepala di Ka’bah

Jefri memang mengakui bahwa banyak perbuatan maksiat telah ia akrabi sejak ia menginjak masa muda. Namun, ia dapat berubah dan bertaubat atas segala perbuatannya di masa lampau setelah ia diberikan hidayah untuk berubah. “Saya sudah lelah dengan perbuatan maksiat,” ungkap Jefri. Berkat hidayah itulah, Ia mampu membangkitkan keinginannya untuk berubah menjadi orang baik.

Salah satu hidayah yang pernah dialaminya adalah ketika ia menjalani umrah di Tanah Suci. “Waktu itu, saya mengunjungi makam Rasulullah,” kenang Jefri. Pada saat mengunjungi makam Rasulullah itulah, Jefri merasakan ada sesuatu yang menarik lehernya. “Saya ditarik kayak magnet,” tambahnya. Tiba-tiba, Jefri melihat semua perbuatan yang pernah ia lakukan di masa lampau. Perbuatan-perbuatan dosa itu secara gamblang diperlihatkan kepada dirinya. Tak ayal, Jefri merasakan penyesalan yang begitu dalam. Air mata pun jatuh deras tiada henti bersama penyesalan yang keluar dari dalam dirinya. Baginya, kejadian tersebut menjadi suatu hidayah bagi dirinya agar dapat berubah dan tidak mengulangi perbuatan dosa berikutnya.

Tak hanya itu, rasa penyesalan Jefri juga diungkapkannya di depan Ka’bah. Di depan rumah Allah itulah, Jefri membentur-benturkan kepalanya ke dinding Ka’bah. Di tempat suci itu pula, ia berjanji untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama. “Saya membentur-benturkan kepala ke dinding Ka’bah berkali-kali,” ujar Jefri. Di depan Kabah pula, ia meminta kepada Allah. “Ya Allah, kalau saya bermanfaat untuk agama ini, sembuhkan saya. Tapi kalau sepulang dari sini, saya berbuat maksiat lagi, saya hanya minta matikan saya saja,” pintanya.

Permintaan itu diakui Jefri memang pada dasarnya tidak diperbolehkan. Namun, ia tidak memiliki pilihan. “Kalau bicara kapan saya harus mati, banyak waktu saya akan mati,” ujarnya dengan penuh keyakinan. Rasa penyesalan memang tak pernah berhenti begitu saja. Berkat pergi umrah tersebut, Jefri mengubah sisi buruknya menjadi sisi yang kini menjadi unggulannya. Ia kini menjadi penyebar dakwah yang merupakan perbuatan mulia di hadapan Tuhan. Fajar

Side Bar 2……

Berencana Mendirikan Pesantren untuk Anak Yatim

Ada salah satu rencana mulia yang ingin direalisasikan Jefri. Rencana tersebut merupakan rencana yang bersakala besar. “Saya sedang membangun pesantren,” ungkap Jefri singkat. Dengan sukses yang dapat diraihnya saat ini, mungkin banyak yang menduga bahwa pundi-pundi uang tentu saja menghampiri dirinya. Terlebih lagi, Jefri tidak hanya berperan sebagai penceramah saja, ia juga menekuni karir lain sebagai penyanyi dan bintang iklan.

Ternyata pundi-pundi uang yang dikumpulkannya tidak melulu untuk kebutuhan pribadinya saja, melainkan untuk kepentingan bersama. Salah satunya adalah dengan membangun pesantren di daerah Cikeas, Bogor. Pesantren tersebut rencananya untuk anak-anak kurang mampu dan yatim piatu. Meski begitu, seperti diakui Jefri, ada sisi komersial yang akan dijual melalui pesantren ini. Dengan begitu, dana yang didapat dari sisi komersil tersebut dapat digunakan untuk membiayai keperluan anak-anak kurang mampu yang masuk pesantren. Pasalnya, anak-anak kurang mampu dan yatim piatu tidak akan dipungut biaya dalam menjalani kegiatan belajar di pesantren. “Target kita memang bagaimana mencerdaskan anak-anak bangsa,” ungkap Jefri.

Sekarang ini, pembangunanya belum dilakukan. Rencananya bulan Mei atau Juni mendatang. Peletakan batu pertama akan dilakukan oleh Jefri sendiri. “Lahannya baru saja dipatok-patok,” aku Jefri. Tanah seluas puluhan hektar tersebut akan dibangun pesantren cukup besar. Jefri juga mengaku bahwa ia tengah mengumpulkan biaya untuk mendirikan pesantren yang terletak di Cikeas, Bogor ini. Nama yang akan dipakai untuk pesantren itu pun belum ditentukan dengan pasti.

Saya masih bingung menentukan nama pesantrennya,” ujar Jefri. Meski begitu, ada beberapa nama pesantren yang kemungkinan besar akan dipertimbangkan untuk dipakai. Seperti Pusat Tarbiyah Ma’arij atau Uje Centre. Jefri berharap pembangunannya dapat segera dimulai agar peresmiannya juga dapat dilaksanakan tanpa harus menunggu waktu lama. Selain akan membangun pesantren, Jefri juga kini tengah merencanakan suatu program dalam rangka membantu orang kurang mampu.

Kita sedang mencari orang-orang cacat untuk diberdayakan,” aku Jefri. Saat ini, baru dua orang cacat yang bergabung dengan program Jefri. Salah satu orang cacat yang telah bergabung, diberdayakan untuk membuat rumah boneka barbie yang nantinya akan dijual ke pasar. Rencananya, Jefri akan mencari sekitar 30 orang cacat untuk mengikuti program tersebut. Fajar

Side Bar 3…..

Pipik Dian Irawati, Istri Ustadz Jefri Al Buchori

Setia Dampingi Jefri dalam Suka dan Duka

Sosoknya yang anggun dan menawan selalu berada di samping Jefri. Kerudung yang dipakainya pun menambah citra wanita muslimah sejati. Senyumnya khas selalu tersungging dari bibirnya ketika menemani sang suami. Adalah Pipik, istri Jefri yang selalu menemaninya ke mana pun Jefri berada. Bahkan ketika Jefri masih bergelut dengan dunia hitam Narkoba, Pipik selalu menjadi sosok wanita penyemangat agar Jefri kembali ke jalan yang benar.

Cintanya yang besar, mendorong Pipik untuk selalu berada di samping Jefri. Ketika masih pacaran dan mengetahui bahwa Jefri seorang pecandu Narkoba, Pipik tetap setia mendampinginya. Bahkan pada tahun 1999, Pipik memantapkan diri untuk menikah dengan Jefri. Hanya dengan bermodalkan honor iklan yang diterima Pipik, mereka nekat melangsungkan pernikahan. Pipik beralasan, dengan jalan itulah, Pipik bisa membantu dan mengarahkan Jefri kembali ke jalan yang benar meski ia sadar harus melalui berbagai hambatan. Salah satunya adalah ketika malam pertama mereka yang hanya diwarnai dengan tingkah laku Jefri yang aneh. Mererka pun melwati malam pertama bersama Narkoba.

Waktu pun berjalan, akhirnya Jefri mendapatkan hidayah untuk bertaubat dan memperbaiki kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukannya. Jefri pun berusaha untuk mencari pekerjaan. Setelah umrah, Jefri mulai memberikan ceramah-ceramahnya di Masjid. Dari honor ceramahnya itulah, Jefri kemudian kembali merangkai puing-puing kehidupannya yang sempat berantakan. Kini, pasangan Jefri dan Pipik memang dikenal sebagai keluarga yang harmonis. Kedua anaknya menjadi kebahagiaan tersendiri bagi Jefri. “Anak-anak boleh menjadi siapa saja, asalkan tetap menjadi santri,” ujar Jefri penuh harap.

Di mata Pipik, Jefri merupakan suami yang pantas menjadi panutan. “Sosok yang menyenangkan, bisa menjadi teman dan suami di dalam keluarga,” ungkap Pipik yang tengaah hamil tujuh bulan ini. Jefri juga dikenalnya sebagai suami yang disiplin dalam hal agama. “Dia selalu berusaha untuk shalat berjamaah,” tambahnya. Pipik memang sudah jatuh hati pada Jefri sejak petemuan pertama. Karena pribadinya yang mudah bergaul, Pipik langsung merasakan getaran cinta pada Jefri. Fajar

(http://fajar-aryanto.blogspot.com)

Kamis, 23 Juni 2011

10 Orang yang Sangat Dihormati Oleh Google

Sejak tahun 2002, Google International telah memberi penghormatan kepada 26 orang bersejarah dengan mengubah versi logo Google, dan ditampilkan seharian pada homepage Google di seluruh dunia. Berikut daftar 10 orang terkenal yang kelahirannya dirayakan oleh Google.

1. Samuel Morse



(1791 – 1872) Seorang pembuat enkoding listrik yang sangat terkenal karena penemuanya. Ditampilkan di homepage Google pada tanggal 27 April 2009.

2. René Magritte

(1898-1967) Seniman surrealist Belgia, terkenal dengan gambar-gambarnya yang pintar, jenaka dan menghibur. Ditampikan di homepage Google pada tanggal 21 Nopember 2008.

3. Marc Chagall

(1887-1985) Seniman Yahudi moderen Rusia. Ia adalah pelopor seni moderen dan salah satu dari seniman-seniman paling berhasil di abad 20. Ditampikan di homepage Google pada tanggal 7 Juli 2008.

4. Diego Velázquez

(1599-1660) Seniman pelukis dan potret asal Spanyol, banyak dari lukisan terkenalnya diabadikan dari makna budaya dan sejarah, raja-raja serta figur-figur orang Eropa terkemuka sepanjang waktu. Ditampikan di homepage Google pada tanggal 6 Juni 2008.

5. Walter Gropius

(1883-1969) Arsitek Jerman, pendiri dari Bauhaus dan pelopor arsitektur modern. Ditampikan di homepage Google pada tanggal 18 Mei 2008.

6. Alexander Graham Bell

(1847-1922) Ilmuwan dan penemu terkenal, diantaranya menemukan telepon. Ditampikan di homepage Google pada tanggal 3 Maret 2008.

7. Luciano Pavarotti

(1935-2007) Penyanyi opera Italia, bagian dari “The Three Tenors” dan salah satu penyanyi paling terkenal di dunia. Ditampikan di homepage Google pada tanggal 12 Oktober 2007.

8. Yuri Gagarin

(1934-1968) Cosmonaut Soviet yang merupakan manusia pertama di ruang angkasa dan orbit bumi. Ditampikan di homepage Google pada tanggal 12 April 2007.

9. Edvard Munch

(1863-1944) Pelukis symbolist dari Norwegia, yang dikenal dengan seni expressionisticnya. Lukisannya “The Scream” adalah karya yang paling dapat dikenal di dalam semua aliran seni (dan inilah alasan bagi Google menggunakannya sebagai thema logo). Ditampikan di homepage Google pada tanggal 12 Desember 2006.

10. Sir Arthur Conan Doyle

(1859-1930) Pengarang Inggris yang terkenal dengan roman-romannya tentang Sherlock Holmes, salah satu dari tokoh-tokoh imaginasi yang paling terkenal sepanjang waktu. Ditampikan di homepage Google pada tanggal 22 Mei 2006.

Sabtu, 04 Juni 2011

10 Film Teknologi Yang Wajib Ditonton


Film SwordfishSwordfish
Di dalam film futuristik ini, John Travolta berperan sebagai Gabriel Shear, seorang yang sangat beambisi untuk mendapatkan akses ke dalam sebuah system komputer canggih yang mengandung banyak rahasia pemerintah dan tentu saja uang. Dia menugaskan Stanley Jobson (Hugh Jackman), seorang ahli komputer ternama untuk membantunya menembus ke dalam sistem.

Film Live Free or Die HardLive Free or Die Hard
Tanggal 4 Juli, tepat di hari ulang tahun Amerika, seseorang berhasil menembus ke dalam sistem komputer FBI yang dan berusaha untuk memadamkan seluruh sistem elektronik di seluruh Amerika. Usaha mereka dihalang oleh detektif John McClane bersama dengan hacker muda bernama Matt Farrell.

Film HackersHackers
Seorang bocah ditahan oleh Agen Rahasia Amerika Serikat karena membuat sebuah virus komputer dan dilarang menyentuh komputer sampai berusia 18 tahun. Setelah saatnya tiba, dia dan beberapa teman barunya berhasil mengendus rencana tersembunyi seorang genius komputer untuk menyebarkan virus komputer yang sangat berbahaya, disaat bersamaan mereka juga menjadi buronan Agen Rahasia Amerika.

Film TakedownTakedown
Film ini berdasarkan pada kisah nyata usaha penangkapan hacker paling dicari di Amerika, Kevin Mitnick.

Film Anti TrustAntiTrust
Milo Hoffman, seorang programmer genius yang baru saja lulus dari Stanford, diajak oleh Gary Winston (memerankan tokoh Bill Gates) untuk menyelesaikan sebuah proyek besar bernama Synapse. Mereka membutuhkan Milo untuk bisa mencapai target peluncuran Synapse, diyakinkan oleh Alice, sang pacar, akhirnya Milo menerima tawaran tersebut. Dia tidak sadar bahwa semua itu sudah direncanakan oleh Gary sejak awal, yang tega melakukan apa saja demi Synapse.

Film Pirates of Silicon valleyPirate Of Silicon Valley
Sejarah dua perusahaan teknologi terbesar, Apple dan Microsoft.

Film 21 Blackjack21 Blackjack
21 merupakan kisah nyata tentang enam pelajar MIT yang dilatih untuk manjadi pemain Blackjack handal yang akhirnya menghasilkan jutaan dollar dari kasino di Las Vegas.

Film Tron LegacyTron Legacy
Sam Flynn, remaja 27 tahun anak dari Kevin Flynn, mencoba menyelidi tentang kasus menghilangnya sang ayah. Yang membawanya ke sebuah dunia digital yang penuh dengan program komputer dan pertarungan dimana sang ayah telah terperangkap selama 20 tahun.

Film Source CodeSource Code
Sebuah film action yang berkisah tentang seorang tentara yang terperangkap dalam tubuh orang tak dikenal dalam misi menemukan pelaku pengeboman kereta api Chicago.

Film Iron Man 2Iron Man 2
Dunia telah mengetahui siapa dibalik topeng Iron Man, tapi hal tersebut semakin membuat Tony Stark ditekan oleh berbagai pihak untuk berbagi teknologi ciptaannya tersebut dengan pihak militer. Tidak ingin melepaskan begitu saja, Stark bersama dengan Pepper Potts dan James Rhodes membentuk kekuatan baru melawan musuh yang tangguh.

Bonus 1 lagi yang tidak boleh dilewatkan:

Film The Social Network FacebookThe Social Network – Facebook
Di malam musim gugur tahun 2003, seorang mahasiswa Harvard dan komputer programmer Mark Zuckerberg duduk di depan laptopnya untuk mengerjakan sebuah ide baru. Dalam kondisi sambil menulis blog dan mengerjakan program, apa yang dimulainya dalam kamar asrama tersebut akhirnya menjadi social network yang besar dan merevolusi cara kita berkomunikasi lewat internet. Setelah enam tahun dan 500 juta user terdaftar, Mark Zuckerberg telah menjadi jutawan termuda dalam sejarah. Tapi kesuksesan itu tidak lepas dari berbagai masalah personal dan masalah hukum serius.


sumber:

http://sidomi.com/2011/05/13/10-film-teknologi-yang-wajib-ditonton/

Jumat, 03 Juni 2011

5 Hal Yang Selalu Diperiksa Mantan di Facebook

Wanita yang baru saja putus cinta biasanya masih suka memeriksa Facebook sang mantan. Hal ini didukung karena Facebok tidak memiliki data untuk membantu pengguna melacak siapa yang melihat profil pengguna.

Setiap komentar dan wall yang ditulis mantan ataupun wanita lain sudah masuk daftar ‘bacaan’ wajib mereka. Berikut lima hal yang sudah pasti dicek wanita pada Facebook mantan, seperti dikutip Susanta.

1. Status hubungan
Banyak wanita yang mengatakan bahwa mereka tidak peduli dengan status mantan setelah putus. Namun sebenarnya ada rasa khawatir jika mereka melihat pergantian status mantan. Dengan begitu mereka selalu mengecek status hubungan melalui Facebook. Jika mantan masih berstatus single, mereka akan tenang dan lega. Namun jika mantan sudah menemukan wanita lain, mereka akan lebih sering memata-matai Facebook mantan.

2. Tempat atau lokasi yang dituju
Seharusnya mereka bisa menikmati hidup mereka setelah putus, tapi sebaliknya, mereka malah menyiksa diri dengan mengintai mantan. Mereka cenderung lebih sering memata-matai Facebook mantan setelah putus, tidak seperti saat mereka berhubungan. Seorang pria biasanya akan melihat Facebook mantan pacarnya untuk mencari tahu di mana dia dan apakah dia akan keluar dengan seseorang.

3. Wall Facebook
Wall di Facebook merupakan cerminan dari keadaan Anda. Itu sebabnya wall menjadi yang paling favorit untuk dibaca mantan. Mereka ingin mengetahui apakah mantan masih memikirkan mereka. Mereka akan melihat foto-foto baru yang mungkin baru diposting mantan. Hal tersebut menjadi gambaran untuk mengetahui gaya hidup mantan setelah mereka putus.

4. Melihat siapa yang menyukai status mantan
Ketika mereka masih berpacaran, terkadang mereka tidak tertarik untuk mengetahui siapa yang menjadi teman Facebook pasangan. Setelah putus, mereka akan selalu melihat apa saja yang disukai oleh mantan, bisa saja status wanita yang Anda tidak kenal. Mereka juga akan melacak siapa saja yang menyukai status atau postingan mantan. Mereka takut mantan sudah mulai bisa melupakan mereka.

5. Komentar
Bagian komentar pada Facebook menjadi incaran yang paling buruk. Mereka akan mengunjungi setiap thread diskusi mantan dengan temannya. Apalagi jika mereka memiliki teman yang sama di Facebook, komentar teman mereka akan berisi tentang putusnya hubungan kalian.

Referensi: http://www.wolipop.com