Senin, 23 Juli 2012

Mesjid-Mesjid Tua di Minangkabau

Mesjid-Mesjid Tua di Minangkabau

Tertarik dengan surau tuo di Film Di Bawah Lindungan Ka'bah (tadi malam sempat kutonton filmnya usai melaksanakan shalat tarawih) yang bersetting tahun 1920, film ini diangkat dari Novel Buya Hamka dengan judul yang sama, lokasi syutingnya di daerah Gonjong Seribu, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat. Set sebuah mesjid dibangun di pinggir sungai, dilengkapi kincir air yang cukup besar. Sungguh INDAH di mata saya (makanya saya browsing di dunia maya untuk mencari surau tersebut dan alhamdulillah ketemu dengan masjid-masjid tua di Minangkabau ini di blog http://putrahermanto.wordpress.com/2010/10/10/mesjid-mesjid-tua-di-minangkabau/, walau koleksinya tidak lengkap, seperti di bawah ini : (gambar paling atas surau tuo dalam film DBLK)
 
 
1.Masjid Tuo Kayu Jao


Agama Islam di Kabupaten Solok, Sumatra Barat, telah berkembang sejak abad ke-16. Fakta sejarah ini dibuktikan dengan berdirinya Masjid Tuo Kayu Jao, berusia 400 tahun. Meski bangunan bergaya Masjid Demak, Banten, ini sempat dipugar tapi sebagian besar bangunan masjid masih asli.

Atap masjid ini terbuat dari ijuk, ciri khas atap rumah adat Minang. Tiang penyangga masjid berjumlah 27 buah, melambangkan jumlah suku dan golongan yang ikut mendirikan masjid ini. Selain itu terdapat sebuah mihrab yang masih utuh dan bedug yang diperkirakan berusia sama dengan masjid. Hingga saat ini Masjid Tuo Kayu Jao masih menjadi tempat beribadah warga setempat. Pemerintah Provinsi Sumbar telah menetapkan masjid ini sebagai cagar budaya, bukti sejarah penyebaran agama Islam di Solok.
2. Masjid Tuanku Pamansiangan

3. Masjid Taluak

4. Masjid Tuo Koto Baru

5. Surau Atap Ijuk Sicincin

6. Surau Gadang Bintungan

Bintungan Tinggi, sebuah daerah yang terletak di Nagari Padang Bintungan Kecamatan Nan Sabaris Kabupaten Padang Pariaman.
7. Surau Gadang Syekh Burhanuddin Ulakan

Surau Syekh Burhanuddin terletak di desa Tanjung Medan, 6 km dari makam Ulakan.
8. Surau Latiah

9. Surau Raja Sontang

10. Surau Lubuk Bauk

Surau Lubuk Bauk didirikan di atas tanah wakaf Datuk Bandaro Panjang, seorang yang berasal dari suku Jambak, Jurai Nan Ampek Suku. Dibangun oleh masyarakat Nagari Batipuh Baruh dibawah koordinasi para ninik mamak pada tahun 1896 dan dapat diselesaikan tahun 1901.
11.Masjid Sa’adah

12. Masjid Buah Pauh Kubang Putih


13. Masjid Limo Kaum

14. Masjid Pincuran Gadang

Terdapat di Matur Hilir, persisnya terletak di Pincuran Gadang. Disinilah kitab mulai dikembang, ajaran Islam mulai difatwakan keseluruh anak negeri disekitar penghujung abad ke XVII oleh beliau Tuanku Abdul Hamid.
15. Masjid Raja Siguntur
Terletak di Dusun Ranah, Desa Siguntur, Kecamatan Sitiung, Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat. Bangunan masjid berada dalam satu kompleks dengan makam Raja-raja Siguntur dan rumah adat Siguntur. Di sebelah barat masjid mengalir Sungai Batanghari yang terkenal dengan peninggalan purbakala di sepanjang alirannya.
16. Masjid Rao-Rao

Mesjid ini berlokasi sekitar 5 km dari Batu Sangkar Kabupaten Tanah Datar ke arah Baso Kabupaten Agam. Diperkirakan dibangun pada tahun 1913.17. Masjid Jami’ Batang Piaman, Pariaman18. Masjid Raya Gantiang
Masjid Raya Gantiang berlokasi di jalan Gantiang Kecamatan Padang Timur Kota Padang, mulai dibangun pada 1805 atas prakarsa tiga tokoh masyarakat kota Padang yakni Angku Gapuak, Syekh Haji Uma, dan Syekh Kapalo Koto dan selesai pada 1810.
19. Masjid Raya Pakandangan Pelok

Terletak di Nagari Pakandangan Kabupaten Padang Pariaman. Masjid yang sekarang dijadikan sebagai masjid nagari ini diperkirakan didirikan pada tahun 1865.
20. Masjid Raya Bayua, Kawasan Salingka Danau Maninjau, Agam Barat
agam-043.jpg
21. Masjid Siti Manggopoh, Tanjung Mutiara, Agam Barat
agam-015.jpg
22. Mesjid Raya Bengkudu

23. Surau Badano, Sungai Rotan, Pariaman Selatan
eastern-highland-022.jpg
* dari berbagai sumber

0 komentar:

Poskan Komentar